Masuk Sekolah Jam 630 Pagi Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Anak

Waktu mulai kegiatan belajar-mengajar di Indonesia termasuk yang paling pagi sedunia. Anak sekolah di DKI Jakarta, misalnya, diwajibkan untuk masuk sekolah pukul 6.30 pagi.
Jam masuk sekolah yang dinilai kepagian ini tak ayal sempat dibanjiri kritik pedas dari berbagai lembaga pendidikan setempat. Dilansir dari Okezone, Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) mengatakan jam masuk sekolah yang terlalu pagi ini melanggar hak anak. Jam belajar yang kepagian juga meningkatkan risiko gangguan pencernaan karena kebanyakan anak sekolah tidak sempat makan dalam waktu lama.
Ditambah lagi, pola masuk sekolah yang memaksa anak untuk tidur larut malam dan bangun pagi buta jadi mengacak-acak kualitas tidur mereka. Tak sedikit penelitian yang sudah membuktikan bahwa kurang tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental anak sekolah.
Apa dampaknya kalau anak sekolah kurang tidur?
Anak sekolah butuh belajar sebaik mungkin. Tapi ada satu hal yang sama pentingnya namun sering diabaikan: Tidur.
Tidur merupakan salah satu kebutuhan anak. Tidur mendukung proses otak yang sangat penting untuk belajar, pengawetan memori, dan pengaturan emosi. Di malam hari, otak mengulas dan memperkuat informasi yang diperoleh selama seharian penuh. Ini membuat informasi-informasi yang mereka dapat saat di kelas seharian tadi akan lebih mudah untuk diingat di kemudian hari.
Melewatkan waktu tidur bisa sangat berbahaya. Seiring waktu, pola tidur larut malam, bangun pagi buta ini dapat menyebabkan sejumlah risiko kesehatan.
Remaja yang kurang tidur juga lebih cenderung lalai, impulsif, hiperaktif, dan menentang, sehingga bukan lagi berita baru bahwa remaja yang tidak mendapatkan cukup tidur tidak menonjol dalam bidang akademis dan perilaku. Anak yang kurang tidur lebih mungkin untuk tertidur di kelas selama pelajaran berlangsung.
Di samping itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan obesitas di masa depan. Sebuah studi menemukan bahwa efek jangka pendek dari kurang tidur, seperti pilek, flu, dan gangguan pencernaan, lebih sering timbul ketika anak tidur kurang dari tujuh jam.
Sebuah studi dalam Journal of Youth and Adolescence tahun 2015, dilansir dari Huffington Post, menemukan bahwa remaja yang tidur rata-rata enam jam per malam dilaporkan tiga kali lebih mungkin untuk menderita depresi. Kurang tidur juga meningkatkan risiko upaya bunuh diri anak hingga 58 persen.
Satu studi menemukan bahwa jika anak sekolah tidur malam lebih larut barang 10 menit saja, ada peningkatan risiko sebanyak 6 persen untuk mereka mengonsumsi alkohol atau ganja dalam satu bulan terakhir. Kurang tidur juga meningkatkan risiko anak sekolah jadi ketergantungan pada obat-obatan antikecemasan dan obat tidur. Nantinya, efek dari penyalahgunaan obat-obatan ini memicu anak semakin cemas dan sulit tidur.
Kapan waktu masuk sekolah yang paling ideal bagi anak sekolah?
Pengamat pendidikan Doni Koesoema, dilansir dari Berita Satu, menilai jam belajar siswa Indonesia terlalu lama. Dalam Kurikulum 2013, anak sekolah di Indonesia rata-rata mulai sekolah pukul 6.30 hingga 7 pagi, dan selesai pukul 15.00 WIB.
Sepulang sekolah mereka mungkin disibukkan oleh rentetan kegiatan ekstrakurikuler, seperti klub olahraga atau les bimbel di sana-sini, sehingga mereka mungkin pulang larut malam. Ironisnya, nilai yang ditunjukkan anak Indonesia setelah melalui 8 jam lebih belajar nonstop tetap terbukti lebih rendah daripada pelajar Singapura, yang notabene hanya belajar 5 jam saja.
The American Academy of Pediatrics menekankan agar setiap sekolah mengundur jam waktu mulai kegiatan belajar untuk anak-anak, terutama remaja, karena efeknya yang lebih baik untuk kesehatan mental dan fisik mereka. Jadi, kapan sebenarnya jam masuk sekolah yang paling ideal untuk anak sekolah jika dilihat dari durasi tidurnya?
Sekolah Dasar (usia 6-12 tahun)
Durasi tidur yang dibutuhkan bagi anak usia sekolah dasar (6-13 tahun) adalah sekitar 9-11 jam per hari. Jika waktu tidur malam anak disamaratakan pada pukul 8 malam, ini artinya mereka harus bangun pagi sekitar pukul 6.15-6.30 pagi.
Dan dengan mempertimbangkan lama waktu anak bersiap-siap (tanpa harus terburu-buru atau diteriaki ortu) serta sarapan pagi, jam masuk anak sekolah SD di Jakarta yang tadinya pukul 6.30 seharusnya digeser menjadi 7.30 pagi. Hal serupa dikemukakan oleh Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia(FSGI), dikutip dari Parenting.
Sekolah Menengah (13-18 tahun)
Sedikit beda dengan anak SD, kecenderungan anak sekolah SMP dan SMA untuk tidur larut malam selain karena tumpukan PR namun juga karena gejolak hormon selama masa puber. Jam internal tubuh, yang disebut irama sirkadian, pada anak remaja mungkin bergeser sedikit saat mereka puber, kata Judith Owens, MD, MPH, direktur Pusat Gangguan Tidur Pediatric di Rumah Sakit Anak Boston, dilansir dari WebMD. Pergeseran jam sirkadian tubuh membuat otak anak remaja tidak mulai memproduksi melatonin (hormon tidur), sampai nanti larut malam.
Selain itu, remaja memiliki dorongan tidur yang lebih lambat dari anak-anak kecil, yang berarti mereka tetap bisa terjaga lebih lama, bahkan ketika mereka kurang tidur. Akan lebih sulit bagi mereka untuk tertidur secara alami di bawah pukul 11 malam, kata Owens. Itu sebabnya menunda jam mulai sekolah mungkin lebih masuk akal dan lebih efektif daripada menyuruh anak tidur lebih cepat.
Idealnya remaja memerlukan waktu tidur kurang lebih 9 jam per hari. Beberapa remaja yang super aktif dan sibuk seharian khususnya membutuhkan 10 jam tidur nyenyak. Dengan demikian, jika waktu tidur anak remaja dipukul rata menjadi pukul sebelas malam, mereka harus bangun pagi sekitar pukul 8 pagi.
Dan kalau mempertimbangkan lama waktu anak bersiap-siap (tanpa harus terburu-buru atau diteriaki ortu) serta sarapan pagi, jam masuk sekolah yang ideal bagi pelajar SMP dan SMA di Jakarta seharusnya mulai pukul 9 pagi.
Menurut Doni Koesoemo, jam sekolah di Indonesia yang ideal adalah pukul 07.00 hingga pukul 13.00, termasuk waktu istirahat. Dengan begitu, anak sekolah mendapat jatah belajar selama lima jam setiap harinya.
0 Response to "Masuk Sekolah Jam 630 Pagi Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Anak"
Post a Comment