Dos & Don'ts saat Memberikan Tummy Time untuk Bayi
Dos & Don'ts saat Memberikan Tummy Time untuk Bayi

Mama pasti sudah tahu kalau tummy time bisa memberikan banyak manfaat untuk bayi. Mulai dari efektif mencegah flat head (kepala peyang), meningkatkan perkembangan kognitif, hingga menumbuhkan kemandirian. Wah, masih banyak lagi deh, Ma, manfaat tummy time untuk tumbuh kembang anak.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan para orangtua untuk memberikan tummy time pada bayinya, bahkan sejak bayi masih terhitung newborn. Walau aktivitas memposisikan bayi tengkurap ini terlihat sederhana, namun tetap saja harus dalam pengawasan Mama, ya.
Kegiatan ini tidak hanya baik untuk tumbuh kembang anak, tetapi juga bisa meningkatkan keharmonisan Mama dan anak.
Sudah tidak sabar ingin memberikan tummy time untuk anak? Eits! Baca dulu beberapa hal yang harus mama lakukan (dos) dan yang tidak boleh Mama lakukan (don'ts) saat memberikan tummy time. Simak beberapa dos and don'ts berikut ini yuk, Ma.
Do: Lakukan perlahan
Walau AAP mengatakan tummy time boleh diberikan sejak bayi masih tergolong newborn, namun bukan berarti ia sudah kuat tengkurap seharian. Sebaiknya ini dilakukan perlahan, dan lamanya bisa Mama tingkatkan sesuai perkembangan usia si Kecil (setelah berkonsultasi dengan dokternya).
AAP merekomendasikan ini dilakukan 2 hingga 3 kali sehari, masing-masing selama 3 sampai 5 menit saja. Namun Mama bisa menambah waktunya jika bayi terlihat menikmati aktivitas ini. Tujuan utamanya adalah memberikan tummy time sekitar 90 menit per hari ketika usia anak sekitar 4 bulan. Tetapi tentu 90 menit itu dibagi dalam 4 hingga 5 kali sehari ya, Ma.
Don't: Panik ketika anak menolak tummy time
Tidak ada deadline dan kuota harian untuk tummy time. Tenang, Mama tidak dikejar target. AAP memang menyarankan untuk mulai memberikan tummy time 3-5 menit per hari, namun jika sebelum itu anak sudah menangis, sudahi saja tummy time itu, Ma.
Ingat, masih ada hari esok! Memaksa anak tummy time justru membuatnya trauma, lho.
Do: Menyematkan handuk kecil di ketiak bayi
Jika bayi Mama belum terbiasa dengan tummy time, maka menyematkan lipatan handuk di ketiaknya bisa jadi ide bagus. Cara ini juga membuat bayi merasa lebih mudah saat mengangkat kepala dan tubuhnya (seperti posisi push-up).
Hal besarnya adalah mencoba berbagai hal baru pada bayi, dan lihat apa yang membuatnya bahagia. Bayi sangat pintar dalam memberi tahu Mama apa saja yang mereka sukai, ujar Dr. Jane Morton, MD, dari Stanford University School of Medicine, kepada Cafemom.com.
Dont: Tummy time setelah makan
Ya, sebaiknya tummy time tidak dilakukan di malam hari, bayi sedang lapar, atau baru makan. Seperti yang disarankan AAP, tummy time sebaiknya dilakukan saat bayi sedang sadar total, bukan saat ia sedang tidur atau mengantuk.
Tummy time juga sebaiknya tidak dilakukan setelah makan, karena bayi bisa muntah setelah itu. Maka, tunggu sekitar 45 menit setelah makan ya kalau ingin memberikan tummy time.
Do: Tummy time di perut atau dada Mama
Jika bayi terlihat bosan tummy time di alas yang sama, tidak ada salahnya mengganti alas dengan perut atau dada Mama. Ya, letakkan ia di perut atau dada Mama, dan lihat betapa bahagianya ia bisa berada sedekat itu dengan orang kesayangannya.
Do: Menstimulasi dengan mainan
Letakkan bayi di alas, dan letakkan mainan (atau benda apapun yang menarik perhatiannya) di depannya. Ini akan menstimulasi bayi untuk meraihnya dengan segala cara.
Awalnya mungkin ia akan kesal karena belum bisa meraih mainan itu, namun lama-lama ia akan menemukan cara untuk mendekat, hingga akhirnya berhasil meraih mainan yang Mama letakkan di depannya. Sederhana, namun efektif mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Selamat memberikan tummy time untuk si Kecil, Ma.
0 Response to "Dos & Don'ts saat Memberikan Tummy Time untuk Bayi"
Post a Comment