10 Fakta tentang Shaken Baby Syndrome

Freepik/prostooleh

Bayi memang sangat menggemaskan! Semua orang pasti sependapat dengan itu. Saking menggemaskannya, Mama ingin selalu ada di dekatnya, memeluknya, dan bermain seharian dengannya. Cara bermainnya banyak, mulai dari menggelitik perutnya, bermain ci luk ba, hingga bayi dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi. Kalau sudah begini, bayi memang bisa tertawa geli, tetapi tahukah Mama kalau mengguncang tubuh bayi bisa berakibat kematian?

Ya, walau bayi tertawa riang dan tidak terlihat kesakitan, namun mengguncang atau bahkan melemparnya ke atas bisa menyebabkan shaken baby syndrome.

Apa sih shaken baby syndrome? Nah, simak beberapa fakta penting berikut ini yuk, Ma.

1. Merusak otak bayi

1. Merusak otak bayi
Freepik/freephoto

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), disengaja atau tidak, guncangan yang terlalu keras saat mengayun bayi dapat menyebabkan kerusakan pada otaknya. Inilah yang disebut shaken baby syndrome.

2. Bentuk kekerasan pada anak

2. Bentuk kekerasan anak
Freepik/v.ivash

IDAI mengatakan bahwa shaken baby syndrome tergolong salah satu bentuk kekerasan pada anak, berupa guncangan kepala hebat yang menyebabkan perdarahan retina dan perdarahan otak.

3. Penyebab utama kematian & gangguan saraf

3. Penyebab utama kematian & gangguan saraf
Freepik/v.ivash

Walau anak terlihat menikmati ayunan dan guncangan kencang itu, namun sindrom ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan saraf pada anak akibat kekerasan.

Berdasarkan data IDAI, sebesar 95 persen cedera otak dan 64 persen cedera kepala pada anak usia kurang dari 1 tahun, disebabkan oleh tindak kekerasan pada anak.

4. Umumnya terjadi pada bayi

4. Umum terjadi bayi
Freepik/freepic.diller

Shaken baby syndrome ini biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Ketika anak mengalami guncangan hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran dari aksisnya (batang otak). Kalau ini terjadi, maka saraf dan pembuluh darahnya bisa robek, hingga terjadilah kerusakan dan perdarahan otak.

5. Gejala ringan dan berat

5. Gejala ringan berat
Freepik/prostooleh

Menurut IDAI, spektrum gejala shaken baby syndrome sangat luas, ada yang ringan dan berat. Gejala ringan bisa saja terjadi tanpa disadari orangtua, dan ini umumnya membaik seiring waktu. Namun pada gejala berat, bisa terjadi penurunan kesadaran, kejang, sampai berakhir dengan kematian.

6. Waspadai gejala awal

6. Waspadai gejala awal
Freepik/Chinapan

Jika terjadi gejala berat, beberapa tanda awal yang terjadi sesaat setelah guncangan adalah:

- Anak rewel,

- cenderung banyak tidur,

- sering muntah,

- tidak mau makan atau nafsu makan menurun.

7. Cek ciri perdarahan otak

7. Cek ciri perdarahan otak
Freepik/v.ivash

Shaken baby syndrome dapat mengakibatkan perdarahan otak pada anak. Ketika perdarahan otak sudah terjadi, ciri-ciri umumnya adalah:

- Penurunan kesadaran,

- kejang,

- muntah,

- malas menyusu,

- kontak mulai berkurang,

- gangguan pernapasan,

- henti napas.

8. Efek negatif setelah sembuh: kecerdasan turun

8. Efek negatif setelah sembuh kecerdasan turun
Freepik/bristekjegor

Tahukah Mama, kalau shaken baby syndrome dapat mengakibatkan kematian akibat cedera kepala. Dan angka kematian tersebut mencapai 13 persen lho, Ma.

Bagaimana dengan anak yang mengalami cedera kepala, namun selamat? Menurut IDAI, anak yang selamat umumnya mengalami gangguan saraf dan penurunan kecerdasan saat usianya telah lebih dari 6 tahun.

9. Mengakibatkan cedera mata & tulang

9. Mengakibatkan cedera mata & tulang
Freepik/yanalya

Sindrom ini juga bisa mengakibatkan perdarahan pada retina, pada satu atau kedua mata. Masalah ini agak sulit terdeteksi, karena keterbatasan bayi untuk mengeluhkan gangguan penglihatannya.

Selain itu, cedera tulang juga sering terjadi karena kekerasan yang disengaja. Cedera tulang biasanya patah tulang pada iga, lengan, dan tungkai. Maka, waspadai memar atau luka di bagian tubuh yang tidak biasa ya, Ma.

10. Sindrom ini bisa dicegah

10. Sindrom ini bisa dicegah
Freepik/prostooleh

Untuk mencegah shaken baby syndrome, hindarilah bermain atau bercanda dengan bayi dengan cara mengayunkan bayi pada lengan atau anggota tubuh lainnya, mengguncang, atau melempar tubuh bayi, tulis dr. Natharina Yolanda dan dr. Amanda Soebadi, SpA, dalam tulisan mereka untuk IDAI.

Semoga si Kecil selalu terhindar dari shaken baby syndrome ya, Ma. Ingat, main boleh bebas, tetapi keselamatan tetap jadi yang utama ya!

0 Response to "10 Fakta tentang Shaken Baby Syndrome"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...