Panduan Pemberian Makanan Padat pada Bayi

Ketika menginjak usia 6 bulan, bayi dianjurkan untuk mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan selain ASI. Akan tetapi ASI akan tetap menjadi bagian yang terpenting dari makanan bayi. Pada saat memberikan makanan, ingatlah mengenai frekuensi, jumlah, kepekatan, variasi, pemberian makan secara aktif/responsif, dan kebersihan.
WHO Global Strategy for Feeding Infant and Young Children pada tahun 2003 merekomendasikan agar pemberian MPASI memenuhi 4 syarat, yaitu
1. Tepat waktu (timely) artinya MPASI harus diberikan saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
2. Adekuat, artinya MPASI memiliki kandungan energi, protein, dan mikronutrien yang dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sesuai usianya.
3. Aman, artinya MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih.
4. Diberikan dengan cara yang benar (properly fed), artinya MPASI diberikan dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak. Frekuensi makan dan metode pemberian makan harus dapat mendorong anak untuk megonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok, atau makan sendiri (disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan seorang anak).
Sebelum memulai pemberian MPASI, nilailah kesiapan bayi untuk menerima MPASI, misalnya sudah dapat duduk dengan kepala tegak, bisa mengkoordinasikan mata, tangan dan mulut untuk menerima makanan, dan mampu menelan makanan padat. Secara alamiah, kemampuan ini dicapai pada usia 4-6 bulan. Akan tetapi WHO tetap merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dan MPASI dimulai pada usia 6 bulan.
Pada awalnya diberikan makanan padat berupa bubur halus pada usia 6 bulan. Makanan keluarga dengan tekstur yang lebih lunak (modified family food) dapat diperkenalkan sebelum usia 12 bulan. Pada usia 12 bulan anak dapat diberikan makanan yang sama dengan makanan yang dimakan anggota keluarga lain (family food).
Dalam mempersiapkan MPASI perlu diperhatikan pula rasa makanan MPASI karena dalam suatu penelitian didapatkan bahwa preferensi rasa asin muncul sekitar usia 4 bulan dan menetap sampai usia 2 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah mengenal rasa sejak usia dini sehingga rasa makanan MPASI perlu diperhatikan agar mudah diterima oleh bayi. Salah satu jenis rasa adalah asin sehingga pemberian garam pada MPASI membantu proses perkembangan pengenalan rasa dengan memperhatikan kebutuhan dan batas asupan garam pada bayi.
Institute of Medicine merekomendasikan asupan garam maksimal pada bayi (0-12 bulan) adalah <1g per hari sedangkan pada anak 1-3 tahun adalah 2g per hari (dengan catatan ukuran 1 sendok teh garam adalah sekitar 5 g). Penelitian pada bayi usia 6-12 bulan menunjukkan bahwa asupan garam yang berlebihan bersumber dari makanan olahan kemasan (processed food), misalnya daging olahan, pasta, dan roti yang tidak dibuat khusus untuk bayi. Oleh karena itu pendekatan yang bijak adalah memberikan garam secukupnya pada MPASI yang dimasak sendiri atau bila memberikan MPASI kemasan maka harus memilih MPASI yang khusus diproduksi untuk bayi dengan mencantumkan ijin BPOM.
(dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK)
Referensi:
1. Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Balita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2015.
2. Guiding Principles for Complementary Feeding of the Breastfed Child. WHO.
3. Complementary Feeding for Children Aged 6 23 Months. FAO, 2011
0 Response to "Panduan Pemberian Makanan Padat pada Bayi"
Post a Comment