3 Langkah Pasti Membantu Pasangan yang Kecanduan Seks




Seks adalah kebutuhan alami setiap manusia. Namun, hal ini bisa berujung petaka kalau sudah menjadi candu. Orang yang kecanduan seks, sering disebut juga sebagai maniak seks, mengalami kesulitan mengendalikan hasrat dan tindakan yang berbau seks, seperti sering masturbasi, ketagihan berhubungan seks, sering menonton film porno, hingga bergonta-ganti pasangan.


Tidak hanya sampai di situ. Kecanduan seks juga dapat mengakibatkan terjadinya penganiayaan, pelecehan seksual, bahkan perkosaan karena candu tersebut membuatnya melakukan hal-hal berisiko tanpa mempedulikan keamanan dan kenyamanan pasangan seksnya sendiri.


Lalu, jika pasangan Anda maniak seks, apa yang bisa dilakukan untuk membantunya sembuh?


Ketahui dulu ciri-ciri maniak seks



  1. Sering meminta untuk melakukan hubungan seksual intens dan terus menerus.

  2. Hobi membaca atau melihat gambar porno dan erotis.

  3. Suka ambil alih saat berhubungan seks, dan biasanya seks yang dilakukan cenderung abnormal dan selalu mengikuti fantasinya.

  4. Sulit untuk menemukan rasa sayang mendalam.

  5. Pasangan masih suka dan sering masturbasi walau sudah berhubungan seks dengan Anda.

  6. Perilaku pasangan Anda agresif, cenderung terbuka dan tidak malu-malu di depan wanita lain.

  7. Pasangan Anda akan marah ketika kemauan seksnya tidak dituruti atau ditolak.

  8. Pasangan Anda menggunakan seks sebagai cara melarikan diri dari masalahnya.

  9. Dalam kasus yang ekstrim, pasangan terlibat kegiatan kriminal berbau seks, termasuk menguntit, memperkosa, atau bahkan melakukan seks inses.


Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membantu pasangan yang kecanduan seks?


1. Bicara jujur, tapi tidak menuduhnya


Jika Anda curiga bahwa si dia maniak seks, Anda perlu berbicara jujur padanya empat mata dari hati ke hati. Jangan sampaikan uneg-uneg Anda seperti berkesan menuding, apalagi mengasingkan atau mengucilkannya. 


Ketika berbicara dengan seseorang yang memiliki kecanduan (apapun candunya), ingatlah bahwa seorang pecandu merasa susah dan/atau tidak mampu untuk menghentikan perilaku tersebut, terlepas dari segala upaya yang dilakukan untuk menghentikannya. Ia juga mungkin merasa tidak mudah untuk mengungkapkan atau bahkan tidak menyadari masalah mereka. 


Katakan dengan lembut tapi tegas bahwa sikap dan pandangan mereka tentang seks mulai kelewat batas wajar. Beri satu contoh konkret tentang kecanduannya, misalnya suka memaksa Anda untuk berhubungan seks. Katakan bahwa hal ini bisa menyentuh ranah kriminal karena menunjukkan tanda-tanda perkosaan dalam rumah tangga. Tawarkan bantuan dan katakan pada pasangan bahwa Anda ingin membantunya untuk keluar dari masalah seksualnya ini.


2. Ajak berkonsultasi ke dokter atau psikolog


Jika pasangan mengiyakan bantuan Anda, ajak dan temani dirinya untuk konsultasi ke psikolog atau terapis seks.


Tenangkan pasangan Anda bahwa dengan berkonsultasi bukan berarti ia sakit atau memiliki gangguan mental. Katakan bahwa konsultasi adalah cara agar hubungan Anda dan dia makin baik.


3. Ikut terapi


Ada beberapa pilihan pengobatan untuk orang yang kecanduan seks, antara lain dengan terapi CBT.


Terapis bisa mendeteksi akar masalahnya untuk membantu dirinya mengelola emosi dan pandangan soal akar masalah tersebut. Kemudian terapi akan membantunya mencari jalan keluar, baik itu dengan cara mengubah kebiasaan diri, menjauhkan diri dari sumber masalah, memberikan pendidikan seks yang aman, atau belajar teknik mengendalikan stres dan emosi negatif. Jalannya terapi juga mungkin dikombinasikan dengan obat-obatan resep.


Ingat bahwa pada akhirnya tidak ada orang lain yang bisa membuat seorang pecandu seks sembuh total kecuali dirinya sendiri. Keinginan untuk keluar dari lubang hitam harus datang bulat-bulat dari dalam dirinya sendiri agar bisa memotivasinya untuk berobat sampai sembuh. Memaksa orang yang tidak ingin berubah malah akan jadi bumerang pahit bagi diri Anda sendiri.



0 Response to "3 Langkah Pasti Membantu Pasangan yang Kecanduan Seks"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...