16 Bahaya Bayi Kuning saat Baru Lahir

loading...





Read Also




Ibu sering takut dan cemas ketika anaknya mengalami penyakit kuning, terutama
ketika dilahirkan. Bayi yang dilahirkan ke dunia ini memang rentan untuk terkena
penyakit kuning, bahkan sebanyak 50 persen bayi yang dilahirkan akan mengalami

penyakit kuning. Hal itu adalah hal wajar mengingat organ hati bayi yang
dilahirkan belum berkembang secara sempurna.


bahaya bayi kuning


Jika penyakit kuning yang normal, penyakit kuning itu akan menghilang seiring
dengan sempurnanya organ hati sang bayi. Bayi yang memiliki penyakit kuning
khusunya penyakit kuning yang sifatnya patologis tidak boleh dianggap remeh.
Alasannya adalah yang namanya tidak normal tentu akan memiliki dampak negatif
bagi tubuh bayi tersebut. Dampak negatif itu akan sangat serius dan berbahaya
jika tidak segera ditangani atau diatasi.


Berikut ini bahaya bayi yang memiliki penyakit kuning patologis yang harus
diketahui :


1. Kejang


Dampak ringan yang akan menimpa bayi yang mengalami penyakit kuning patologis
adalah bayi akan mengalami kejang. Hal itu disebabkan oleh kadar bilirubin di
dalam tubuh yang tinggi dan menyerang sistem kekebalan tubuh bayi tersebut.
Reaksi yang akan ditimbulkan adalah step atau kejang pada tubuh bayi.


2. Merusak Sel-Sel Otak


Bahaya bayi kuning adalah kadar bilirubin yang berlebihan bisa masuk ke dalam
sel-sel otak bayi dan merusak sel-sel otak bayi. Sel otak merupakan sel yang
sangat penting sebab sel otak tersebut membawahi sel-sel yang ada di dalamnya.
Akibatnya adalah organ yang dibawahi otak akan menjadi terganggu.


3. Meracuni Otak


Bahaya bayi kuning karena kadar bilirubin yang terlalu banyak di dalam tubuh
bayi justru bisa meracuni otak bayi. Jika otak teracuni, sel otak tidak bisa
berfungsi sebagaimana mestinya. Berbagai macam penyakit otak bisa muncul jika
kadar bilirubin terus dibiarkan tinggi berada di dalam tubuh bayi.


4. Cacat


Bayi bisa mengalami kecacatan sebab sel syaraf otaknya telah rusak. Organ
yang berhubungan dengan sel otak tersebut bisa mengalami kecacatan.


5. Tuli


Salah satu sel syaraf yang berhubungan dengan otak adalah sel di bagian
indera pendengaran. Sel syaraf pendengaran yang terganggu bisa menyebabkan
perkembangan janin akan mengalami tuli atau tuna rungu.


6. Kelumpuhan Otak


Otak bisa menjadi lumpuh, dimana otak tidak bisa menjalankan fungsinya dengan
baik.


7. Kelainan Motorik


Bayi yang mengalami penyakit kuning bersifat patologis bisa membuat bayi
tersebut mengalami kelainan di sel motoriknya. Sel motorik itu adalah sel gerak
yang dimiliki oleh bayi. Jika sel motoriknya terganggu, bayi akan mengalami
gangguan di bagian penggeraknya. Misalnya saja bayi tidak bisa bergerak, gerak
refleksnya tidak bisa dilakukan dengan baik serta masih banyak lagi lainnya.


8. Kelainan Perkembangan


Bayi akan memiliki kelainan perkembangan. Kelainan perkembangan itu bisa
berpengaruh terhadap panca inderanya. Bisa dipastikan bahwa kelainan
perkembangan itu bisa membuat panca indera bayi juga terlambat berkembang.


9. Gangguan Mental


Bayi juga akan mengalami gangguan mental. Gangguan mental itu tidak hanya
mengalami down sindrome saja, namun bayi juga mengalami rasa tidak percaya diri.
Misalnya saja bayi tidak mau bernteraksi dengan orang lain, bayi tidak bisa
bergaul dengan orang lain dan masih banyak lagi lainnya.


10. Lambat Dalam Berbicara


Karena susunan syaraf pusat terganggu, akibatnya adalah indera pada bayi pun
mengalami gangguan perkembangan. Misalnya saja adalah bayi menjadi lambat
berbicara, ketika anak seusianya sudah bisa berbicara, bayi tersebut tidak bisa
berbicara. Kalaupun bisa, dia tidak selancar dengan anak seusianya. Itulah
akibat penyakit kuning patologis yang bisa menyerang bayi.


11. Sulit Konsentrasi


Gangguan susunan di syaraf pusat membuat bayi akan kesulitan dalam
berkonsentrasi. Ketika diajak belajar bayi konsentrasinya terpecah tidak bisa
fokus kepada objek yang diajarkan. Karena sulit berkonsentrasi, bayi akan
mengalami gangguan ketika belajar.


12. Kerusakan Hati


Bahaya bayi kuning bisa mengalami kerusakan hati, terutama bayi yang memiliki
penyumbatan pada bilirubinnya. Kerusakan hati tersebut sangat membahayakan bagi
bayi, sebab bayi akan mengalami sirosis hati atau pengecilan hati dan pengerasan
hati. Tindakan medis yang akan dilakukan adalah dengan cara pembedahan di tempat
yang mengalami penyumbatan.


13. Anemia


Bayi akan terkena anemia, anemia ini bisa menyebabkan aliran darah ke otak
dan aliran oksigen ke otak menjadi tidak lancar. Jika hal itu terjadi, bayi akan
mengalami kecerdasan rendah dan gangguan konsentrasi. Anemia juga menyebabkan
bayi lesu dan lemas. Hal itu diakibatkan oleh penyakit kuning bisa memecah sel
darah merah menjadi bilirubin.


Kurangnya sel darah merah di dalam tubuh bayi dan tingginya kadar bilirubin
bisa membuat bayi terkena penyakit kuning patologis dan terkena penyakit
anemia.


14. Kelumpuhan Sel Motorik


Bayi akan mengalami kelumpuhan sel motorik. Kelumpuhan sel motorik itu bisa
merambat ke organ penggerak lainnya mislanya kaki dan tangan. Jika itu terjadi
bayi tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya tersebut. Kelumpuhan sel motorik
tidak bisa dianggap enteng, tubuh manusia digerakkan oleh sel motorik yang
melekat di syaraf. Syaraf itulah yang menjadi penggerak bagi tubuh manusia.


15. Meracuni Mata


Kadar bilirubin yang berlebihan bisa meracuni mata, bilirubin itu bisa masuk
ke dalam mata dan menyebabkan kebutaan. Tentu sebagai ibu kita tidak ingin hal
itu terjadi pada bayi kita bukan?, oleh sebab itu jangan menganggap remeh
penyakit kuning yang ada pada bayi.


16. Kematian


Bayi tidak bisa tertolong jika kadar bilirubin lebih dari 30 mg/dl. Hal itu
dikarenakan banyaknya kadar bilirubin di dalam tubuh bisa menjalar ke berbagai
organ bayi. Sehingga banyak organ bayi yang teracuni dengan kadar tersebut.
Mulai dari organ panca indera, syaraf pusat dan di organ yang lainnya. Organ
yang terganggu itu bisa menyebabkan kualitas hidup bayi menurun hingga berujung
pada kematian.


Fakta Tentang Bayi Kuning


Berikut ini ada berbagai macam fakta tentang bayi yang memiliki penyakit
kuning:




- Bayi Banyak yang Mengalami Penyakit
Kuning


Bayi yang mengalami kelahiran normal maupun kelahiran premature bisa terkena
penyakit kuning. Kebanyakan penyakit kuning yang menyerang bayi lahir dengan
cukup bulan maupun lahir prematur adalah penyakit kuning bersifat fisiologis
atau normal. Pada bayi yang lahir di usia normal, kadar bilirubin bisa meningkat
di hari kedua sampai hari ketiga dan kadar itu bisa mencapai puncak hari
kedelapan setelah bayi dilahirkan. Pada hari ke sembilan kadar bilirubin di
dalam tubuh bayi turun menjadi angka normal.


Bayi yang dilahirkan secara premature, kadar bilirubin di dalam tubuhnya akan
meningkat di hari ke-14. Tidak heran jika bayi yang dibawa pulang disarankan
unTuk menjalani pemeriksaan hari ke-3 atau hari ke-5 setelah kepulangan bayi
tersebut. Tujuannya adalah untuk memantau kadar bilirubin di dalam tubuh
bayi.



- Kadar Bilirubin Bisa Terjadi Sampai
Fungsi Hati Sempurna


Sel darah merah eritrosit pada umumnya memiliki usia di dalam tubuh selama
120 hari, sedangkan eritrosit pada bayi memiliki umur yang lebih pendek yaitu
usia 90 hari. Sel darah merah akan mengalami pemecahan dan mengurai menjadi zat
bernama hemoglobin.


Sisa pemecahan dari sel darah merah akan diproses oleh organ hati dan bisa
dilarutkan ke dalam air dan di dalam saluran empedu. Sisa itu juga akan dibuang
melalui feses. Saat bayi baru lahir, hati belum bisa secara sempurna menjalankan
tugasnya tersebut.



- Kuning Fisiologis dan Kuning
Patologis


Penyakit kuning pada bayi dibedakan menjadi dua yaitu kuning yang normal dan
ada yang tidak normal. Yang harus diwaspadai adalah bahaya bayi kuning yang
tidak normal atau patologis. Kuning patologis bisa mengganggu organ bayi dan
menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan pada bayi.



- ASI Penurun Kadar
Bilirubin


ASI yang dimiliki sang ibu bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar bilirubin
di dalam tubuh bayi. Banyak fakta menunjukkan bahwa pemberian ASI bisa menjadi
penurun kadar bilirubin, frekuensi menyusu diharapkan lebih sering yaitu sekitar
12 kali dalam sehari. Kurangnya cairan di dalam tubuh bayi juga bisa menyebabkan
kadar bilirubin di dalam tubuh bayi meningkat. Agar tidak kekurangan cairan, ibu
bisa memberikan ASI sesering mungkin pada bayi. Lakukan cara memperbanyak ASI
untuk diminum bayi.



- Pantau Kadar Bilirubin Bayi yang Baru
Lahir


Pemeriksaan terhadap kadar bilirubin bayi akan dipantau dalam waktu 48 jam
saat berada di rumah sakit. Bayi yang cukup bulan diperlukan pemeriksaan klinis
dengan mengamati berbagai macam gejala yang muncul pada bayi tersebut.
Pemeriksaan klinis tersebut bisa berubah menjadi pemeriksaan laborat jika bayi
menunjukkan gejala seperti di bawah ini:



  • Kulit bayi terlihat kuning dan lebih terlihat jelas dalam kurun waktu 24
    jam pertama kehidupan bayi yang lahir di dunia ini.
  • Meningkatnya kadar bilirubin dalam sehari sampai angka 5 mg/dl dan terus
    meningkat setiap harinya.
  • Total kadar bilirubin antara 12 mg/dl sampai dengan 13 mg/dl pada bayi
    berumur 4 hari pada bayi yang dilahirkan dengan cukup bulan.


- Pemantauan Ibu Selama 48 Jam di
Rumah


Saat bayi berada di rumah, ibu tidak boleh berdiam diri saja. Ibu juga
memegang andil dalam memantau kesehatan bayi saat berada di dalam rumah. Ibu
bisa memantau kadar bilirubin pada bayi dengan melihat tanda-tanda di bawah
ini:



  • Ketika bagian tubuh tertentu misalnya dahi ditekan menggunakan ibu jari,
    terdapat warna kuning pada bayi.
  • Kaki bayi berwarna kuning
  • Bagian putih mata terdapat warna kuning atau putih mata berubah warnanya
    menjadi kuning.
  • Bayi lemas dan hanya ingin tidur saja.
  • Bayi malas menyusui dan tidak aktif bergerak.


- Sinar Matahari Tidak Cukup untuk
Menurunkan Bilirubin


Menjemur bayi di sinar matahari tidak cukup, hal itu dikarenakan tidak
banyaknya waktu di pagi hari yang bisa dimanfaatkan untuk menjemur bayi. Rentang
waktu yang tidak lama yaitu maksimal 30 menit dianggap kurang efektif untuk bisa
menurunkan kadar bilirubin pada bayi.



- Sinar Matahari Tidak Cukup untuk
Menurunkan Bilirubin


Menjemur bayi di sinar matahari tidak cukup, hal itu dikarenakan tidak
banyaknya waktu di pagi hari yang bisa dimanfaatkan untuk menjemur bayi. Rentang
waktu yang tidak lama yaitu maksimal 30 menit dianggap kurang efektif untuk bisa
menurunkan kadar bilirubin pada bayi.



- Fototerapi


Di rumah sakit untuk menurunkan kadar bilirubin yang ada pada bayi bisa
digunakan terapi fototerapi atau terapi sinar. Bayi yang melakukan fototerapi
harus dalam keadaan telanjang dan tanpa busana agar sinarnya merata pada kulit
bayi. Bagian mata bayi akan ditutup agar retinanya tidak rusak. Bayi tidak
dianjurkan menggunakan cream atau lotion dalam bentuk apapun karena bayi kulit
bayi bisa rentan terbakar saat terapi sinar tersebut. Oleh sebab itu ibu saat
mendampingi bayi tidak boleh mengoleskan cream atau lotion apapun ke tubuh
bayi.



- Transfusi Tukar


Transfusi tukar bisa dilakukan pada bayi yang kadar blirubinnya terlanjur
tinggi dan tidak memungkinkan lagi untuk menjalani terapi sinar atau fototerapi.
Tranfusi ini dilakukan untuk mengambil kadar bilirubin di dalam tubuh bayi dan
menggantinya dengan sel darah merah yang tidak mengandung bilirubin. Transfusi
tukar ini akan dilakukan secara berulang-ulang sampai setengah dari bagian darah
bayi tertukar.



- Sebabkan Gangguan Perkembangan dan
Kematian


Kadar bilirubin yang tinggi dan tidak diatasi dengan segera bisa menyebabkan
terganggunya susunan syaraf pusat bayi. Bahaya bayi akan mengalami berbagai
macam gangguan kesehatan. Gangguan-gangguan yang ada itu bisa berujung pada
kematian bayi jika tidak mendapatkan penanganan dengan
segera.


Saat kondisi bayi kuning sebaiknya jangan dianggap remeh. Hal itu
dikarenakan bayi yang mengalami penyakit kuning tersebut akan mengalami berbagai
macam gangguan kesehatan terutama gangguan kesehatan yang serius sampai dengan
yang membahayakan nyawa. Bahkan penyakit yang dikaitkan dengan
hati ini, tidak hanya bayi saja namun orang dewasa pun ada yang mengalami
penyakit kuning terutama orang dewasa yang memiliki masalah dengan fungsi organ
hatinya. Orang dewasa yang mengalami liver tubuhnya akan menguning dikarenakan
fungsi hati terganggu. Jadi, lakukan langkah penanganan yang tepat ketika
mengalami kelainan bayi kuning ini.

loading...

Related Posts

0 Response to "16 Bahaya Bayi Kuning saat Baru Lahir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel