Penting! Bagaimana Membedakan Anak yang Percaya Diri atau Sok Jagoan

Penting! Bagaimana Membedakan Anak yang Percaya Diri atau Sok Jagoan?

Penting Bagaimana Membedakan Anak Percaya Diri atau Sok Jagoan
Unsplash/takeshi2

Memiliki anak yang percaya diri tentu membanggakan.

Ia berani tampil di muka umum, gak penakut atau pemalu, dan yakin akan kemampuannya. Anak yang percaya diri biasanya disertai dengan sikap mandiri dan berani. Ia juga lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain.

Tapi pernahkah Mama membayangkan sesuatu yang buruk dari sikap percaya diri anak?

Karena baik dan buruk itu saling menyeimbangkan, pasti ada dampak negatif dari setiap tindakan. Rasa percaya diri yang gak dikelola dengan baik bisa berubah jadi superioritas. Ketika seseorang merasa dirinya superior, sikapnya cenderung ingin selalu menang dan merasa paling benar.

Perbedaan antara sikap percaya diri dan superior awalnya gak begitu kelihatan. Tapi lama-lama bisa jadi bumerang yang merugikan anak.

Biar Mama lebih paham, yuk Popmama.com jelaskan apa bedanya percaya diri dan superioritas?

Serta apa bahayanya jika anak kesayangan Mama mulai menjadi sosok superior.

Percaya Diri vs Superioritas

Percaya Diri vs Superioritas
Education Degree

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, superior diartikan sebagai unggul atau lebih. Maka superioritas adalah sikap merasa lebih unggul pada satu atau beberapa hal sekaligus dibanding orang lain.

Berbeda dengan percaya diri, yang artinya adalah sikap yakin terhadap kemampuan dan pola pikir diri sendiri.

Secara simpel, sikap percaya diri diiringi dengan tanggung jawab sementara superioritas tidak.

Sejenak orangtua boleh bangga ketika melihat anaknya tumbuh menjadi sosok percaya diri. Tapi lama-lama harus diawasi, apakah sikap tersebut dibarengi dengan tanggung jawab atau malah menjadi kesombongan.

Ciri-ciri anak yang mengidap superioritas adalah suka pamer, gak mau disalahkan, dan cenderung meremehkan orang lain. Ia juga mudah marah dan kecewa ketika keinginannya gak terpenuhi.

Fenomena ini pernah menjadi bahan penelitian David Dunning dan Justin Kruger, dua orang mahasiswa Universitas Cornell. Hasil penilitian mereka kemudian dinamai sindrom Dunning-Kruger di mana seseorang merasa hebat padahal kemampuannya biasa saja.

Modal mereka adalah menjual cerita tentang kebisaannya melakukan sesuatu, tanpa bisa memberi bukti.

Superioritas Bisa Berkembang

Superioritas Bisa Berkembang
Pxhere

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana seorang anak kecil bisa mengalami superioritas?

Jawabannya adalah pola asuh serta pengaruh lingkungan.

Anak yang lebih sering menerima pujian akan merasa dirinya hebat. Ia menjadi haus pujian dan selalu berusaha menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Sosok orangtua yang perfeksionis juga bisa menghasilkan sikap superioritas pada anak.

Mengharuskan nilai bagus, mahir olah raga tertentu, mengikuti kursus bahasa asing, dan sebagainya. Anak dituntut berprestasi dan menjadi idola sejak kecil. Sehingga ia merasa lebih bisa dari teman-teman sebayanya.

Mendandani anak secara berlebihan dan memotivasi anak dengan menceritakan keburukan orang lain juga berdampak buruk.

Jika sikap ini dibiarkan, ia akan tumbuh dewasa membawa kebiasaan buruk. Untuk itu selagi masih kecil, Mama bisa mengimbanginya dengan pendidikan moral.

Jangan segan-segan menegur jika ia kelewat sombong atau pamer.

Latih kemampuan bersosialisasinya dengan mengikutkan kegiatan seni, kunjungan ke panti asuhan, atau pengabdian sosial lainnya.

Selain itu, pola asuh di rumah juga mesti dibenahi. Jangan hanya berfokus pada prestasi akademik, namun mulai memikirkan kecerdasan sosialnya.

Untuk memupuk sikap bertanggung jawab, mulailah dari memberikan ia tugas kecil di rumah. Wajib membereskan kamar, mencuci piring setelah makan, atau menyiram tanaman.

Kurangi membantu Si Anak mengerjakan tugas, kecuali keadaannya mendesak. Bentuk ia menjadi sosok mandiri bukan merasa paling hebat sendiri.

Selamat mencoba, Ma!

0 Response to "Penting! Bagaimana Membedakan Anak yang Percaya Diri atau Sok Jagoan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...