Kapan Waktu yang Tepat untuk Donor Darah

Di dunia serba canggih di mana hampir semuanya bisa diproduksi, ditiru, dibangun dan didesain ulang, para ilmuwan masih tidak dapat membuat darah buatan. Artinya, orang-orang yang membutuhkan transfusi darah masih harus sepenuhnya bergantung pada donor darah.
Read Also
Kebutuhan akan suplai darah tetap tinggi dan terjadi tanpa henti karena darah donor hanya dapat disimpan untuk waktu yang terbatas sebelum digunakan. Donor darah oleh anggota masyarakat terus dibutuhkan demi menjamin ketersediaan stok darah sehat yang memenuhi syarat selalu siap sedia, kapan pun dan di manapun dibutuhkan.
Darah adalah hadiah yang paling berharga yang bisa diberikan oleh siapa pun kepada yang membutuhkan. Keputusan Anda untuk menyumbangkan darah dapat menyelamatkan satu kehidupan, atau bahkan beberapa nyawa sekaligus ketika darah Anda dipisahkan setiap komponen-komponennya sel darah merah, trombosit dan plasma yang dapat digunakan secara individual untuk pasien dengan kondisi tertentu. Tapi, kapan kita sebaiknya donor darah?
Apakah kita akan kekurangan darah kalau terlalu sering donor darah?
Donor darah sebaiknya dilakukan secara teratur. Tak usah khawatir akan kehabisan darah jika Anda rutin mendonor darah. Ini karena darah memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa untuk mengganti semua sel dan cairan yang telah hilang.
Di dalam tubuh, ada jutaan sel darah merah yang mati dan diproduksi baru setiap detiknya di saat bersamaan. Ketika Anda mendonorkan darah, Anda kehilangan sejumlah besar sel darah merah, dan tubuh perlu membuat kloter darah segar yang lebih banyak untuk menggantikan apa yang hilang. Tubuh Anda memproduksi sekitar 2 juta sel darah merah baru setiap detiknya, sehingga tidak butuh waktu lama untuk membangun persediaan baru lagi. Tapi, membutuhkan waktu sekitar empat sampai enam minggu untuk penggantian lengkap seluruh sel darah merah dalam tubuh.
Berapa kali donor darah dalam setahun yang dianjurkan?
Sejumlah besar zat besi di tubuh Anda akan ikut hilang setelah donor darah. Untuk mengimbangi hal ini, zat besi yang tersisa akan diputar merata ke seluruh tubuh, dan tubuh juga bisa meningkatkan jumlah zat besi dari makanan dan minuman sehat. Pria biasanya memiliki lebih banyak zat besi daripada wanita. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kadar hemoglobin berkurang, dan akhirnya, jika tidak diobati, bisa berujung pada anemia defisiensi besi. Itu sebabnya Anda harus menunggu setidaknya delapan minggu (56 hari) dari donor darah yang terakhir, kalau Anda ingin mendonor lagi.
Lalu, seberapa sering harus donor darah? Menurut laman Give Blood, pria boleh mendonorkan darahnya setiap 12 minggu (tiga bulan) dan wanita dapat memberikan darahnya setiap 16 minggu (empat bulan) maksimal 5 kali dalam 2 tahun karena pria biasanya memiliki lebih banyak persediaan zat besi daripada wanita.
Tapi, tidak semua orang bisa donor darah
Pada umumnya, Anda berhak untuk menyumbangkan darah jika Anda berada dalam kesehatan jasmani yang baik, berat badan minimal 45 kilogram, dan berusia antara 17-65 tahun dengan jarak antar donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya.
Jika Anda memenuhi semua persyaratan dasar ini, selanjutnya di lokasi donor petugas donor akan memeriksa tekanan darah dan riwayat kesehatan Anda. Untuk menjamin keamanan donor darah bagi pendonor dan penerima, semua pendonor terlebih dahulu harus dievaluasi untuk menentukan kelayakan mereka untuk menyumbangkan darah.
Ada sejumlah kondisi di mana Anda tidak diperbolehkan mendonor darah, antara lain:
- Mempunyai penyakit jantung dan paru-paru
- Menderita kanker
- Memiliki infeksi akut yang sedang diobati dengan antibiotik resep harus dievalusi lebih lanjut untuk menentukan apakah donor memiliki infeksi bakteri yang bisa berpindah lewat darah
- Menderita tekanan darah tinggi
- Memiliki diabetes
- Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya
- Menderita epilepsi dan sering kejang
- Menderita atau pernah menderita hepatitis B atau C
- Mengidap sipilis
- Ketergantungan narkoba
- Kecanduan minuman beralkohol
- Mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS
- Sedang hamil tunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan
- Tidak diperkenankan untuk mendonorkan darah atas anjuran dokter karena alasan kesehatan lain.
0 Response to "Kapan Waktu yang Tepat untuk Donor Darah"
Post a Comment